MENCIPTAKAN PENDIDIKAN YANG :
- MENYENANGKAN
- MEMBERDAYAKAN
- MEMANUSIAKAN

FORMAT SATUAN ACARA PERKULIAHAN [SAP] DARI SISTEM MANAJEMEN MUTU
Disusun oleh Hujair AH Sanaky
- PERTEMUAN
- KOMPETENSI DASAR
- TOPIK BAHASAN DAN SUB TOPIK BAHASA
- INDIKATOR PENCAPAIAN
- STRATEGI PEMBELAJARAN
- ALOKASI WAKTU
- MEDIA PEMBELAJARAN
- EVALUASI
- REFERENSI SUMBER BAHAN VALIDASI

ACADEMICS UNDERGROUND (STUDI TERHADAP LAYANAN BIRO-BIRO BIMBINGAN SKRIPSI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
Tujuan penelitian ini menganalisis latar belakang tumbuhnya keberadaan BBS (Biro-biro Bimbingan Skripsi) di luar kampus, memetakan bentuk-bentuk layanannya, serta mengenali karakteristik mahasiswa sebagai pengguna jasa BBS. Penelitian ini menggunakan dependent variable, independent variable, dan moderating variable. Data dikumpulkan melalui survei, observasi partisipatitoris, wawancara mendalam, dan catatan lapangan. Data dianalisis dengan pengkodean, penyusunan matriks, pengisian indeks peristiwa, perumusan jaring kausal konseptual, serta pengujian kesimpulan. Dengan menelusuri iklan BBS di koran, internet, dan informan, peneliti mewawancarai BBS. Penetapan sampel BBS dengan accidental sampling. Pengujian kesimpulan dengan analisis lintas kasus dan triangulasi.
Penelitian ini berkesimpulannya bahwa (1) belum optimalnya bimbingan skripsi, meningkatnya permintaan skripsi, dan tidak ada kebijakan skema pembiayaan dari pengelola kampus; (2) kemampuan, keleluasaan, kemudahan, dan garansi merupakan nilai lebih layanan BBS; (3) karakteristik pengguna jasa lebih banyak dari Jogja, PTS, program studi bukan teknik, kelas reguler/ekstensi/jarak jauh, semester 6-9 atau terancam DO, sibuk/sudah bekerja.
Catatan :
Hasil penelitian ini sudah dimuat di Jurnal Millah Magister Studi Islam Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, periode April 2008.

Pemahaman soal Jender Butuh Metode yang Mudah
KOMPAS, JUMAT, 18 APRIL 2008
YOGYAKARTA, KOMPAS -Pembelajaran dan sosialisasi pemahaman jender di masyarakat perlu dilakukan dengan metode-metode yang dapat diterima dengan mudah. Apalagi sampai saat ini sosialisasi konsep jender di ko-munitas-komunitas agama masih menghadapi tantangan perbedaan latarbelakangteologi, ideologi, dan epistemologi.
Transformasi sosial pemahaman jender tidak bisa dilakukan se-cara kaku hanya dengan metode-metode penyampaian yang umum-nya dipakai para pemuka agama, seperti ceramah. Pakar model pembelajaran Universitas Islam Indonesia, Hujair AH Sanaky, mengungkapkan, metode ceramah memiliki banyak kelemahan untuk digunakan karena pembicara be-lum tentu melakukan apa yang me-reka ceramahkan.

Pendidik Tak Perlu Banyak "Ceramah"
Kamis Kliwon, 17 April 2008
JOGJA— Kebanyakan te-naga pengajar berbicara atau berceramah kurang lebih 100-200 kata per menit. Padahal peserta didik hanya bisa berkonsentrasi. mendengarkan ceramah itu hanya 50-100 per menit atau sete-ngah dari yang dikatakan pengajar. Akibatnya pesan atau pembelajaran yang disampaikan tidak bisa ditangkap peserta didik.
"Pembelajaran ceramah tidak tepat untuk pendekatan kognisi bagi peserta didik ka-rena tidak ada kebebasan ber-pikir dan berpendapat dari peserta didik," ujar Dosen tetap fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII), Hujair AH Sanaky sebagai pe-materi dalam Training of Trainer (ToT) 'Metode dan Strategi Pembelajaran Berorientasi pada Pemberdayaan Pembelajar' di Pusat Studi Islam (PSI) UII, Rabu (16/4).

FUNGSI GURU BERGESER Kini Bukan Satu-satunya Sumber Belajar
YOGYA (MERAPI) - Men-ciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, hidup, ti-dak tertekan dan sating mem-beri semangat seharusnya menjadi metode dan strategi yang dikuasai para guru dan berbagai kalangan yang me-ngarahkan perkembangan peserta didik dalam proses pembelajaran.
"Kebanyakan pengajar berbi-cara (ceramah) kurang lebih 100-200 per menit, namun per-tanyaannya, berapa banyak ka-te yang dapat didengar peserta didik," ujar Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII, Drs Hujair AH Sanaky MSi di depan peserta Training for Trainer (TFT) yang digagas Pusat Studi Islam (PSI) UII, Rabu (16/4) di Ruang Sidang Magister Studi Islam (MSI) UII Kampus Demangan Baru Yogya.

METODE DAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERORIENTASI PADA PEMBERDAYAAN PEMBELAJAR
Abstrak : Gunakan metode dan strategi pembelajaran yang dapat mengaktifkan pembelajar, sehingga mereka dapat melakukan dan menemukan sendiri. Dengan penerapan metode dan strategi belajar yang efektif, pembelajar dapat mengkiritisi, memahami, mengemukakan pendapat dan pandangannya, baik secara perorangan maupun kelompok terhadap materi atau topik bahasan yang dibacarakan. Ciptakan aktivitas kuliah dengan suasana kelas yang hidup dan dinamis, dialogtis, menyenangkan, tidak tertekan, dan menyemangati mahasiswa untuk senang belajar.
Kata Kunci : Lakukan perubahan dalam pembelajaran.

Bagaimana Strategi Pendidikan Islam
(Review Karya Hujair Ah. Sanaky)
Dra. Wiji Hidayati, M.Ag
Diantara cita-cita bangsa Indonesia diera reformasi adalah ingin membangun suatu masyarakat madani ala Indonesia yang disepadankan dengan civil society, upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut pendidikan Islam diasumsikan mempunyai peran strategi dengan membangun sistem pendidikan yang mampu mengembang sumber daya manusia berkualitas yang dilandasi dengan nilai-nilai illahiyah, insyaniyah, masyarakat, lingkungan dan berbudaya. Berbagai strategi yang harus ditempaht didalam pendidikan Islam, melalui Karya Hujair AH. Sanaky ini akan ditemukan pokok-pokok pikiran pembaharuan pendidikan yang dapat mengantarkan dalam membangun masyarakat madani Indonesia tersebut.
Adapun buku yang ditulis Hujair AH. Sanaky berjudul “Paradigma Pendidikan Islam: membangun masyarakat amadani Indonesia”. Buku ini semula adalah bagian tesis magisternya yang ditempuh di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta sedang bagian tesis lainnya ditulis dalam buku lain berjudul “Sejarah Sosial Pendidikan Islam: Pergulatan Dalam Hegemoni Pemikiran”, kedua buku tersebut diterbitkan oleh penerbit Safiria Insania Press.

MEDIA TIGA DIMENSI, KOMPUTER, INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH.
Oleh: Hujair AH. Sanaky
Media tiga Dimensi yang sering digunakan dalam pengajaran adalah model dan boneka. Model adalah benda tiruan tiga dimensional dari beberapa obyek nyata yang terlalu besar, terlalu jauh, terlalu kecil, terlalu mahal, terlalu jarang, atau terlalu ruwet untuk dibawa ke dalam kelas dan dipelajari pembelajar dalam wujud aslinya. Boneka merupakan jenis model yang dipergunakan untuk memperlihat-kan permainan .

MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI BERBASISI PADA TOTAL QUALITY MANAJEMEN
Oleh : Sevie Istiana Putri dan Hujair AH. Sanaky
Pendidikan tinggi hendaknya diselenggarakan dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen yang fleksibel dan dinamis agar memungkinkan setiap perguruan tinggi untuk berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing dan tuntutan eksternal yang dihadapinya.1 Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat/seni, dan profesi. Luther Gulick mengatakan manajemen sebagai ilmu, karena manajemen dipandang sebagai suatu bidang pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerjasama. Follet, mengatakan sebagai kiat/seni, karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas. Disisi lain manajemen, dipandang sebagai profesi karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer, dan para profesional dituntut oleh suatu kode untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelumnya.

PENYUSUNAN COURSE OUTLINE MATA KULIAH
Oleh : Hujair AH Sanaky (Mahasiswa S3 UIN Yogya)
Updated: 1 Januari 2008
Menjelaskan tentang kedudukan mata kuliah dalam komposisi kurikulum dan sequence [urutan] diberikan pada semester berapa dengan bobot. Kemudian sedikit memberikan gambaran tentang urgensi dan relevansi Mata Kuliah tersebut dengan visi dan misi institusi (Prodi dan Univ), maka secara ideal matakuliah ini diharapkan dapat mewujudkan kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa, sehingga pembahasannya menampilkan aspek-aspek untuk mendukung kompetensi tersebut.

PONDOK PESAN TREND BUDAYA ILMU GIRI
Ahmad Fauzi
Istilah yang selama populer di dunia pendidikan dan masyarakat adalah pesantren. Tapi saat ini ada istilah yang muncul adalah ”Pesan Trend” Budaya Ilmu Giri, yang dibangun dan dikelola oleh KH. M. Nasruddin Anshoriy Ch., seorang ustadz muda yang memiliki semangat dan jiwa perjuangan untuk membangun ”Pesan Tren” tersebut. Ketika ditanya tentang latarbelakang nama ”Pesan Trend” Budaya ini, Ustadz KH. M. Nasruddin Anshoriy Ch., memaparkan bahwa istilah dan konsep ini bukan untuk gagah-gagahan semata, tetapi menurutnya melalui ”Pesan Trend” ini diharapkan muncul dakwah, menyampaikan pesan Ilahiyah, dan pesan kenabian yakni Dienul Islam pembawa rahmah bagi manusia dan seluruh alam sesuai dengan konteks masyarakat, lingkungan, budaya, dan zaman yang tidak rigid.

KEBIJAKAN E-LEARNING UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
Oleh : Hujair AH Sanaky (Mahasiswa S3 UIN Yogya)
Issue penting pada abad millennium adalah globalisasi. Para ahli telah banyak memberikan pengertian tentang makna globalisasi. Giddens (2001) menyebutkan bahwa issue tersebut berkaitan dengan tesis bahwa kita sekarang hidup dalam satu dunia. Selanjutnya Miarso dkk. (1998) menulis bahwa salah satu fenomena yang muncul dalam era globalisasi adalah adanya dominasi budaya yang kuat dan agresif terhadap budaya yang lemah dan pasif. Budaya yang kuat dan agresif adalah budaya yang bersifat progesif dengan ciri antara lain adalah penggunaan teknologi yang senantiasa berkembang serta kemampuan dalam mengembangkan dan menyerap ilmu dan pengetahuan yang banyak dan cepat. Dengan demikian globalisasi akan meningkatkan cakrawala intelektual dengan semakin banyaknya informasi yang tersedia dan dapat dengan mudah diperoleh, juga akan meningkatkan interaksi antara warga dunia baik secara langsung maupun tidak langsung. Teknologi Informasi sebagai kunci pada era globalisasi, telah berkembang sangat pesat sehingga memungkinkan setiap orang untuk mengakses informasi secara instant dalam berbagai bentuk. Dryden (2001) menyebutkan bahwa teknologi informasi menjadi sebab terjadinya revolusi di bidang bisnis, kehidupan rumah tangga, pekerjaan, manajemen, pendidikan dan aspek kehidupan yang lain

IDENTITAS UMAT MUHAMMAD KAJIAN AYAT AL-FATH 29
Oleh : Hujair AH Sanaky (Mahasiswa S3 UIN Yogya)
Bersifat Tegas
Setiap pengikut Nabi Muhammad, harus : tegas terhadap orang-orang kafir atau yang kuffar tegas kepada setiap kemungkaran tegas dalam setiap tindakan dan perbuatan. Ketegasan disini, bukan dengan sikap marah-marah, menantang perang dan berkelahi, tetapi tegas disini adalah : mempunyai prinsip dan sikap yang tegas mempunyai garis dan sikap tegas di dalam keyakinan beragama -garisnya
Psikologi Belajar
Oleh : Hujair AH Sanaky (Mahasiswa S3 UIN Yogya)
1. Pengertian dan Fungsi Piskologi Belajar
2. Pentingnya Mengenal Anak Didik
3. Jenis dan Tipe Belajar
4. Teori Belajar
5. Faktor yang Mempengaruhi Belajar
6. Transfer of Learning
7. dll
Total 12 File Powerpoint, Kompres *.zip

KEBEBASAN BERAGAMA
(Telaah Kritis Nalar HAM an-Na'im dan Relevansinya Dalam Konteks Keindonesiaan)
Oleh : Waryani Fajar Riyanto (Mahasiswa S3 UIN Yogya)
Dalam makalah ini akan dikaji tentang pemikiran Abdullah Ahmed an-Naim, seorang aktivis sekaligus akademisi dari Sudan, dalam bidang keahlian hukum Islam, hukum kriminal dan HAM dalam perspektif lintas budaya (cross culture). Dengan metode evolusi legislasi dan asas resiprositas, an-Na'im membangun konsep nalarnya, serta berusaha mendialogkan antara sistem syariah dan HAM (PBB).

MEMBANGUN OTENTISITAS DAN LEGITIMASI ISLAM BAGI HAM UNIVERSAL
[Studi atas Pemikiran Abdullahi Ahmed An-Na’im]
Oleh : ITA MUSARROFA (Mahasiswa S3 UIN Yogya
Masalah utama yang dihadapi muslim modern selama dua abad terakhir adalah bagaimana menyesuaikan orientasi dan mentransformasikan konsepsi Islam dengan cara yang otentik dan legitimet. Apapun persoalannya, baik itu modernitas, demokrasi, HAM, perkembangan ekonomi atau masalah-masalah lain, persoalan utamanya pasti seputar kebutuhan akan legitimasi dan rasionalisasi tujuan normatif atau material tradisi masyarakat Islam


|